Gresik, mataperistiwa.id – PT.Brilliant Jaya Wood Industry yang terletak di jln Mayjen Sungkono,Kec Kebomas depan Perum Kedanyang telah disidak oleh Genpatra Kab Gresik ,Rabu 08/05/2024.
Ali Candi dengar curhatan para pekerja yang sangat miris membuat telinganya panas.Esok harinya langsung sidak ke perusahaan didampingi anggota dan para pekerja yang di PHK dan keliling area pabrik PT.BJWI (KPP 100 ).
Ali Candi mengatakan dengan logat Gresikannya ” Esun iki budeg , panas kuping kok nang Gresik onok pabrik singkek sing kejem karo wong Gresik dewe, sing kerjo nang kene mek wong Gresik 5 % tok yok opo iki kok onok pabrik bejat ngene .” ujarnya.Pukul 13.14 wib.
Pabrik KPP 100 (BJWI) sudah berdiri hampir 5 tahun dan seluas 5 hektar yang depan dan 7 hektar belakang dengan 1.200 pekerja. Lahan seluas ini tidak ada tempat ibadah , hanya 1 ruangan untuk sholat . Tetapi kenyataannya pekerja sholat di sela – sela mesin pabrik sambil ditunggui oleh Bos Cina Mr.Chang yang tidak bisa bahasa Indonesia juga kejam sama pekerja.
Sebelumnya Genpatra tidak diperbolehkan masuk oleh security sehingga terjadi adu mulut .
Akhirnya Genpatra dan Kabid Disnaker ditemui di depan kantor security pintu masuk pabrik oleh Manager Exim ( Exspor Import ) Edi Kesuma , Personalia R. Adhi Dharma ( Tenaga Kerja ) dan Personalia Mustofa (Pengaduan ) didampingi security menjelaskan ” Kami dari pihak perusahaan memohon maaf adanya permasalahan ini dan saya sendiri tidak tahu menahu terkait personalia akan menyiapkan karyawan yang siap disiksa.Saya baru tahu hari ini ada wa group pekerja demikian ,juga pemotongan gaji pekerja .Nanti kita akan beri peringatan dan hari ini juga kita adakan rapat .”jelasnya.
Sementara itu saat Genpatra di KPP 100 hadir pula Utut Adianto Wahyu Hidayat Kabid Disnaker Kab Gresik beserta staf Samsul menyampaikan ,” Kami datan ingin memastikan terkait permasalahan tersebut dan kami akan ajak pimpinan KPP100 ( PT.BJWI ) beserta Genpatra untuk duduk bareng sehingga permasalahan disini teratasi ,terkait kebijakan beragama ,pengunaan Jilbab yang aman dipabrik ,kekerasan pekerja , gaji dibawah umk dan pemotongan gaji pekerja , lembur ,jam kerja dan lain sebagainya.” ucapnya.
Ali Candi dan anggota geram dan argumentasi melihat HRD R.Adhi Dharma asal Lamongan Kembangbau menyediakan pekerja yang siap disiksa di pabrik, ini termasuk dalam pidana pasal 335 KUHP. Sedangkan Mr.Chang tidak ada ditempat dan sudah dicari oleh security tidak ketemu.
Ali Candi Genpatra berharap ” Gresik kota santri jangan di buat kotor oleh orang – orang luar Gresik yang bekerja disini ,apalagi wong jowo ojok jadi anjingnya orang cina yang mau ,tega menginjak – injak bongsoe dewe dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.Selama tinggal di Gresik saya rasakan pudarnya status kota santri sampai dampak buruk menjadi kota industri , kami Genpatra akan terus pertahankan ,perjuangkan Gresik menjadi Kota Santri yang resik lan apik .” pungkasnya.(Et)




