SUKABUMI, mataperistiwa.id – Basarnas (Badan SAR Nasional) sudah mengevakuasi 18 orang n dari 71 nelayan yang terjebak di ujung jembatan eks dermaga tambang pasir besi di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/10/2024).
18 orang nelayan sudah dibawa ke darat oleh Basarnas menggunakan helikopter dari ujung jembatan yang terputus akibat dihantam gelombang tinggi di laut Tegalbuleud itu.
Untuk megevakuasi korban tim SAR akan menggunakan tehnik pengangkutan dengan menggunakan jaring, sehingga evakuasi dapat segera dilakukan dengan tuntas.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan, mereka dibawa ke darat melalui landasan udara Satradar TNI AU Cibalimbing, Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap.
“Kita evakuasi mengggunakan Helikopter dan menggunakan gunakan Markas Satradar 216 sebagai haliped tempat droping korban,” ujarnya, Desiana.
Dari 18 orang yang sudah dievakuasi kondisi awal kelelahan setelah belasan 24 Jam terjebak gelombang tinggi 1 kilometer dari pesisir pantai.
“Kondisinya para nelayan itu mengalami kelelahan, namun dalam keadaan sehat. Kemudian selanjutnya dilakukan penanganan medis yang telah disediakan di Satradar 216,” tuturnya, Desiana.
Sebelumnya, Kasatpolair Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, mengatakan, puluhan nelayan itu terjebak karena jembatan terputus usai dihantam gelombang tinggi sekira pukul 06.00 WIB, pada saat para nelayan sedang menangkap ikan di bekas dermaga PT SBP tersebut.
“Jadi dermaga tersebut dulunya patah, sekitar jam 06.00 terjadi ombak yang cukup besar sehingga mengakibatkan menimpa kepada kelompok nelayan yang berada di jembatan tersebut, yang mengakibatkan 4 orang jatuh ke laut, satu orang dapat diselamatkan dan tiga orang belum ditemukan,” ungkapnya.
Dari dampak terjadinya gelombang tinggi tersebut kurang lebih 71 nelayan terjebak di jembatan tersebut dan 3 orang lainnya belum diketahui nasibnya.




