SUKABUMI, mataperistiwa.id – Seorang nenek, bernama Emah (50), korban tertimbun longsor dari Kampung Gunung Baen RT 17/05, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, hingga saat ini masih belum ditemukan.
Emah tertimbun longsor pada Rabu (03/12/2024) pagi saat nenek Emah berada di rumahnya. Setelah dua hari pencarian pasca kejadian, belum ada keberhasilan dalam mengevakuasi korban.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Hendera menyatakan bahwa pihaknya bersama petugas gabungan telah berupaya melakukan evakuasi longsoran selama dua hari, tetapi belum mencapai lokasi rumah korban.
“Hari pertama pencarian kami menggunakan alat seadanya. Selanjutnya, kami menggunakan alat berat, namun belum juga sampai ke titik lokasi,” jelasnya, Kamis (05/12/2024).
Menurut Hendera, ketebalan material longsor mencapai lebih dari 6 meter dengan ukuran yang panjang dan lebar, sehingga proses evakuasi memakan waktu yang cukup lama.
Selain itu, cuaca hujan dan adanya longsoran kecil yang terus terjadi menjadi kendala. Akses jalan yang kecil juga mempengaruhi proses evakuasi, sehingga alat berat yang diturunkan pun harus berukuran kecil.
“Sampai saat ini, kami sudah dua hari mencari dan korban belum bisa ditemukan. Pengerjaan evakuasi ke lokasi rumahnya pun belum terlihat hasilnya,” tuturnya.
Dari peristiwa tersebut, diketahui ada empat rumah yang rusak dan dua rumah lainnya terancam, dengan total penghuni mencapai 10 kepala keluarga dan 22 jiwa.
Mereka kini mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat terdekat setelah adanya himbauan mengenai kemungkinan longsoran yang lebih besar.
“Kami berupaya melakukan pencarian dan evakuasi, sambil menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan kemungkinan terjadinya longsor susulan,” tutupnya.




