SUKABUMI, mataperistiwa.id — Wakapolda Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Wakasatgas Opsda Jawa Barat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, memastikan kesiapan personel pengamanan arus mudik di wilayah Sukabumi tetap optimal.
Hal itu disampaikannya usai melakukan peninjauan di depan Gedung Juang ’45 Cikole, Kota Sukabumi, Selasa (17/3/2026). Dalam kunjungannya, Adi Vivid menegaskan kehadirannya untuk memastikan kondisi dan semangat anggota di lapangan yang telah bertugas selama beberapa hari terakhir.
“Kami hadir untuk menyapa anggota, khususnya Polres Sukabumi Kota. Ini sudah hari kelima pelaksanaan operasi, kami ingin memastikan mereka tetap semangat. Alhamdulillah, semua anggota siap,” ujarnya kepada wartawan.
Selain memantau kondisi personel, pihaknya juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pos pengamanan, termasuk Pos Pam Parungkuda. Dari hasil pengecekan, seluruh personel dinilai telah siaga dan didukung oleh unsur lintas sektoral yang lengkap.
“Kami juga melihat kesiapsiagaan di lapangan, termasuk di Parungkuda. Anggota sudah siap, dan sinergi lintas sektoral berjalan baik. Terima kasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 terus dilakukan secara rutin setiap hari melalui analisa dan evaluasi (anev) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat. Dalam forum tersebut, seluruh pejabat operasi menyampaikan perkembangan serta kendala di lapangan.
Terkait rekayasa lalu lintas, Adi Vivid menjelaskan bahwa penerapan sistem one way di wilayah Sukabumi Kota saat ini masih terbatas pada jalur arteri. Sementara itu, untuk jalur tol, rekayasa lalu lintas one way telah diberlakukan secara bertahap dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
“Untuk jalur tol, tadi pukul 15.00 sudah diberlakukan one way sepenggal dari Jakarta ke arah Jawa Tengah. Untuk kelanjutan besok, akan diumumkan oleh Korlantas Mabes Polri,” jelasnya.
Dalam upaya mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, Polda Jabar telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya. Selain itu, pihaknya juga melakukan asesmen terhadap faktor penyebab kecelakaan, termasuk kondisi penerangan jalan dan kelengkapan rambu lalu lintas.
“Kami tempatkan anggota di titik rawan kecelakaan. Kalau ditemukan kendala seperti penerangan jalan atau rambu, langsung kami koordinasikan untuk perbaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait skema one way nasional di jalur Pantura, Adi Vivid menyebutkan bahwa keputusan akan sepenuhnya ditentukan oleh Korlantas Polri. Pengumuman akan dilakukan satu jam sebelum pelaksanaan.
Ia juga memastikan kesiapan jalur alternatif, terutama untuk mengantisipasi kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang tidak dapat melintasi tol saat one way diberlakukan.
“Kami sudah siapkan jalur arteri dan alternatif menuju Jakarta. Semua peralatan dan personel juga sudah disiapkan untuk mendukung rekayasa lalu lintas tersebut,” pungkasnya.



