SUKABUMI, mataperistiwa.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Bripka Yamanotona Telaumbanua, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota. Di sela-sela kesibukannya bertugas, ia menyempatkan diri berbagi makanan dan uang kepada seorang lansia yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Lapang Merdeka, Kota Sukabumi.
Aksi sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang anggota kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Lansia tersebut diketahui kerap membersihkan area Lapang Merdeka, tepatnya di sekitar lapangan voli. Kawasan itu juga menjadi tempatnya beristirahat, tidur, hingga makan dalam kesehariannya.
Melihat kondisi tersebut, Bripka Yamanotona tergerak untuk memberikan bantuan. Meski sederhana, ia berharap apa yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan lansia tersebut, terutama untuk makan sehari-hari.
“Bagi saya, membantu sesama tidak harus menunggu kita memiliki banyak hal. Selama kita bisa berbagi dan meringankan beban orang lain, sekecil apa pun bantuan itu, mudah-mudahan bisa membawa manfaat,” ujar Yamanotona kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Perhatian kecil yang diberikan dengan tulus juga dapat berarti bagi seseorang yang sedang menghadapi kesulitan.
“Saya hanya ingin berbagi dan membantu semampu saya. Apa yang saya berikan mungkin tidak seberapa, tetapi saya berharap bisa sedikit meringankan kebutuhan beliau, terutama untuk makan sehari-hari,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat berbagi dan saling membantu tanpa harus menunggu memiliki kelebihan materi.
“Menurut saya, kepedulian itu tidak harus menunggu kita menjadi orang kaya atau memiliki banyak kelebihan. Kalau ada kesempatan untuk membantu, lakukan saja sesuai kemampuan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa bermanfaat bagi orang lain,” paparnya.
Kepedulian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sosial di lingkungan sekitar membutuhkan perhatian bersama. Kondisi warga yang hidup dalam keterbatasan, termasuk lansia yang menjadikan ruang publik sebagai tempat beristirahat, tidak seharusnya luput dari perhatian masyarakat.
Melalui aksi sederhana ini, Bripka Yamanotona menunjukkan bahwa pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Polisi tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menumbuhkan kepedulian sosial.
“Semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli kepada sesama. Tidak perlu menunggu orang lain memulai, karena kebaikan bisa dimulai dari diri sendiri dan dari hal-hal sederhana,” pungkasnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu diukur dari besar kecilnya bantuan, melainkan dari ketulusan untuk hadir dan membantu sesama yang membutuhkan.
