SUKABUMI, mataperistiwa.id– Polres Sukabumi Kota menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengumpulan data pendukung penulisan Naskah Karya Akhir Perorangan (NKAP) Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026, di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, beserta pejabat utama Polres Sukabumi Kota, Serdik Sespimmen Polri, Kompol Togarma Siahaan, purnawirawan Polri AKBP (Purn) Gatot Satrio Utomo, serta para Kanit Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek jajaran.
FGD ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses pengumpulan data pendukung untuk penyusunan NKAP Sespimmen Polri, yang bertujuan memperoleh informasi dan masukan dari para narasumber agar naskah yang disusun memiliki kualitas akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan organisasi Polri di lapangan.
Dalam sambutannya, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menyatakan dukungan penuh terhadap program transformasi taktis yang diinisiasi melalui naskah berjudul “Optimalisasi Penanganan Tindak Pidana Penipuan guna Mendukung Percepatan Penyelesaian Perkara dalam Rangka Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat.”
“Program transformasi taktis ini merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan kinerja, percepatan penyelesaian perkara, serta penguatan tata kelola yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Kapolres.
Ia menegaskan, gagasan yang diusung selaras dengan visi dan misi Polri serta mendukung agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Polres Sukabumi Kota siap memberikan dukungan penuh, baik melalui penyediaan data, sumber daya, koordinasi lintas fungsi, maupun fasilitasi kebijakan, agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kapolres berharap, melalui FGD ini dapat diperoleh masukan yang komprehensif dari para narasumber sehingga naskah karya akhir yang disusun tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif dan memberikan dampak strategis bagi peningkatan kapasitas organisasi.
“Pada akhirnya, transformasi ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” pungkasnya.




