SUKABUMI, mataperistiwa.id – Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan organisasi kepemudaan (OKP) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Polres Sukabumi Kota melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) menggelar Forum Group Discussion (FGD), menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, didampingi Wakapolres Kompol Fajri Anbiyaa, para Pejabat Utama (PJU) Polres Sukabumi Kota, serta dihadiri dosen senior dan pemerhati kebijakan publik Dr. H. Asep Deni, tokoh masyarakat, pimpinan ormas, dan perwakilan OKP.
Dalam sambutannya, Kapolres Sukabumi Kota menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Ramadhan.
“Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, situasi kamtibmas menjadi perhatian kita bersama. Ramadhan adalah bulan penuh berkah dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat. Oleh karena itu, stabilitas kamtibmas harus benar-benar kita jaga agar umat Islam dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujar AKBP Sentot.
Ia menambahkan, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah.
“Polres Sukabumi Kota membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas dan OKP yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat,” katanya.
Kapolres menegaskan dua peran penting ormas dan OKP. Pertama, sebagai kontrol sosial di lingkungan masing-masing, dengan menjadi teladan, tidak mudah terprovokasi, serta mampu meredam potensi konflik akibat hoaks, kesalahpahaman, maupun persoalan sosial.
Kedua, sebagai mitra strategis dan bagian dari sistem deteksi dini bagi kepolisian.
“Kami berharap ormas dan OKP dapat memberikan informasi secara cepat jika terdapat potensi gangguan kamtibmas. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih besar seperti tawuran, peredaran miras, narkoba, balap liar, maupun aksi premanisme yang kerap meningkat menjelang Ramadhan,” tegasnya.
Menurut Kapolres, komunikasi yang baik dan keterbukaan antara kepolisian, ormas, dan OKP akan memperkuat langkah pencegahan sejak dini.
“Melalui FGD ini, saya berharap kita dapat berdiskusi secara terbuka, menyampaikan pandangan dan masukan, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Sukabumi,” tambahnya.
“Mari kita jadikan momentum Ramadhan 1447 Hijriah sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, agar bulan suci ini tidak ternodai oleh tindakan yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, narasumber FGD, Dr. H. Asep Deni, menyampaika, peningkatan aktivitas ibadah dan sosial selama Ramadhan berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Ia mengungkapkan beberapa potensi gangguan kamtibmas, seperti penyebaran hoaks dan provokasi di media sosial, tawuran remaja, balap liar, pencurian saat ibadah, peredaran minuman keras dan narkoba, hingga penyalahgunaan petasan.
“Diperlukan langkah preventif dan sinergis antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif selama bulan Ramadhan,” ujarnya.




